Mereka telah pergi…

RIP“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika memperoleh kebaikan, mereka mengatakan:”Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan:”Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah:”Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun. Q.S An-Nisa’: 78.

Seharian ini penuh dengan kabar buruk kematian. Diawali dari bangun pagi sudah mendengar pengumuman dari masjid sebelah kalo ada tetangga kampung yang meninggal. Ternyata, yang meninggal itu adalah nenek temanku. Orangnya baik, mendidik dengan caranya sendiri dan bisa memberi contoh. Aku masih ingat gimana beliau marahin aku dan teman-teman pas ketahuan lempar-lemparin pohon mangga di rumahnya.
Lalu gimana?

Sebuah sanggahan…

Sebenarnya sanggahan ini tidak saya tujukan untuk mendebat sodara felix yang telah capek-capek ngetik panjang lebar di form komentar saya di posting yang ini, komentar yang ini. Namun posting ini lebih saya tujukan kepada umat muslim sendiri, karena khawatir komentar tersebut dipahami dengan salah oleh umat muslim sendiri. Karena ini menyangkut akidah, berarti harus tidak ada keraguan. Dan saya tidak mau kompromi kalo sudah menyangkut akidah.

Seperti apa sanggahanku? Ayo kita saksikan… * halah…kayak TV aja… *

Menurut pendapat saya FTV Sebuah Penantian hanya sebuah film yang berisi pertobatan seseorang dari jalannya yang tidak berkenan di mata Tuhan. Dan kita sebagai manusia harus dapat mengampuni yang bersalah kepada kita, seperti Tuhan pun mengampuni kesalahan kita.

Tidak ada masalah dalam hal ini. Semua sependapat bahwa memang film tersebut isinya seperti yang saya kemukakan dan anda kemukakan. Baca lanjutannya…

Menyembunyikan amalan soleh

UangTadi malem di suatu tempat nongkrong di kota Madiun. Terjadi percakapan diantara mereka yang baru bertemu.
Teman 1: “Hoi, kok baru keliatan sekarang? Kemana aja kamu, temen-temen pada ngasi bantuan ke korban banjir, kamu kok nggak keliatan?”
Teman 2: “Ya nih, kamu nggak asyik, giliran susah-susah gini, kamu ngilang.”
Teman yang dimaksud cuma diam dan tersenyum lalu bilang: “Ada kok, aku disini aja,” trus senyum lagi. Saat dia pergi, sebagian teman-teman terus mempergunjingkannya. Terus…terus…?

Mereka umat siapa?

Aku terhenyak membaca berita ini. Apakah ini wajah dari umat muslim? Aku rasa bukan.

“Siapakah yang terlebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru ke jalan Allahimg dan beramal soleh seraya berkata: Sesungguhnya saya salah seorang muslim.” (Q.S. Fussilat: 33)

Menyeru ke jalan Allahimg adalah wajib bagi setiap muslim. Namun, apakah dengan membakar harta benda adalah amalan soleh?

Pernah penduduk Taif ketika itu menyuruh anak-anak melempari Nabi SAW dengan batu dan benda-benda keras. Dalam keadaan tubuhnya yang berlumuran darah Nabi SAW hanya berdoa:

“Ya Allahimg tunjukilah kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahuinya.”

Meskipun Nabi s.a.w. menyeru manusia dengan penuh kasih sayang, dengan penuh kesabaran dan berlemah lembut, akan tetapi mereka telah membalasnya dengan caci maki, lemparan batu dan berbagai penganiayaan lainnya.

Meskipun demikian nabi SAW tetap menjalankan Dakwah ini dengan penuh kesabaran.

Nabi Muhammad SAW adalah suri tauladan yang baik. Lalu apakah dengan membakar harta benda subyek dakwah bisa disebut mencontoh Nabi SAW? Tentu itu bertentangan dengan apa yang Nabi SAW contohkan, bukan? Lalu mereka umat siapa?

FTV: Sebuah Penantian

RCTIHari ini aku nonton FTV yang jadi kontroversi itu. Bahkan di tiga milis yang aku ikuti jadi kontroversi. Namun, setelah aku nonton, ternyata nggak ada yang istimewa dari FTV ini. Hah, kecewa aku buang waktu cuma liat cerita yang udah common banget. ** kirain ada adegan terbang atau adegan seru-seru yang lain **

Ceritanya gampang ditebak banget. Moral ceritanya seperti biasa.

  1. Setiap orang berhak diberi kesempatan kedua setelah melakukan kesalahan.
  2. Tuhan pasti menerima siapapun hambanya yang bertobat.
  3. Tiap orang harus memaafkan orang lain yang bersalah.

Bukannya seperti ini ada di agama manapun? Lalu mana kontroversinya? Bukankah di film-film religi Islam juga sama seperti itu?

Jadi selama ini adalah isu belaka kalo FTV ini dianggap sebagai jalan untuk memurtadkan. Buktinya aku nonton dan aku masih bergama Islam dan masih Muslim. Nggak percaya? Barusan aku masih sholat Maghrib, makanya nggak bisa langsung posting setelah FTV nya bubar. :)) Jadi menurut kesimpulanku, isu pemurtad-an yang disebarkan ini adalah upaya menaikkan rating dari tayangan tersebut. Hihihi…cara yang silly banget. :))

Satu hal yang memang benar tentang film ini adalah tidak adanya commercial break. That’s it.