Mereka telah pergi…
Posted on Jan 16, 2008 under Experience-Notes, Voice of Faith |
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika memperoleh kebaikan, mereka mengatakan:”Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan:”Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah:”Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun. Q.S An-Nisa’: 78.
Seharian ini penuh dengan kabar buruk kematian. Diawali dari bangun pagi sudah mendengar pengumuman dari masjid sebelah kalo ada tetangga kampung yang meninggal. Ternyata, yang meninggal itu adalah nenek temanku. Orangnya baik, mendidik dengan caranya sendiri dan bisa memberi contoh. Aku masih ingat gimana beliau marahin aku dan teman-teman pas ketahuan lempar-lemparin pohon mangga di rumahnya.
Beliau bilang, “Le, nek pengen pelem, njaluk o tak wenehi, ojo bandemi ngono, nek kenek sirahmu dewe lak yo blaen. Karodene ngono kuwi maling, dosa kuwi.” (Nak, kalo ingin mangga minta saja nanti aku kasi, jangan lempar-lemparin pohon gitu, kalo kena kepalamu kan berabe. Lagipula, itu kan mencuri, dosa itu). Sehabis itu beliau ambil bambu panjang untuk ambil beberapa mangga dan dikasi ke kami. Semenjak itu, kami nggak pernah lagi mau mencuri mangga, bahkan di tempat lain. (Karena dah ada stok kali ya…hehehehhe).
Terakhir kali aku bertemu beliau pas idul adha kemarin. Beliau ngembalikan kupon jatah daging yang aku berikan, katanya “salah alamat, masih banyak yang butuh daripada aku”. Padahal beliau ini dalam kacamata kami (panitia) layak untuk diberi. Malah banyak orang yang “mampu” menurut kami, minta jatah daging. Sungguh luar biasa. Selain demikian, beliau ini suka sekali mengajarkan pada semua orang apa saja yang beliau bisa. Menjahit, menyulam, dll tanpa meminta upah. Karena bagi beliau, harta yang berharga di akhirat adalah ilmu yang dibagikan dan diamalkan di jalan kebaikan.
Diriwayatkan oleh Ar-Rabi’i, Rasulullah SAW bersabda, “Tuntutlah ilmu. Sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wa Jalla, sedangkan mengajarkannya pada orang yang tidak mengetahuinya adalah sedekah. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya dalam kedudukan terhormat dan mulia. Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan akhirat”.
Lalu yang kedua, pas jam 11 siang. Aku terima kabar bahwa tetanggaku meninggal dunia karena kecelakaan. Dia mengendarai motor, menabrak tukang es lalu ditabrak oleh mobil yang berjalan di belakangnya. Walaupun kami beda etnis (dia chinese) tapi kami cukup akrab. Bahkan dia pernah mengemukakan ketertarikannya akan agama Islam. Terakhir kami merencanakan mendirikan warnet didalam gedung warisan ayahnya yang cukup strategis di kota Madiun. Sayang, Allah SWT berkehendak lain, dia pergi sebelum sempat memeluk agama Islam, sungguh disayangkan. Sebagai teman, aku khawatir akan hal ini:
” …. Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” Q.S An-Nisa’: 18
Kenapa? Karena aku belum pernah tahu apa agamanya, namun ia sering bertanya tentang Islam.
Yang ketiga adalah H. Dimyati, bapak dari Pak Syamsul, direktur dari perusahaanku. Beliau meninggal di Arab Saudi saat menunaikan ibadah haji. Sebenarnya meninggal sudah tanggal 1 kemarin, tapi keluarga baru diberitahu hari ini. Sebelum tanggal 1, keluarga hanya mengetahui bahwa pak H. Dimyati sakit dan harus dirawat dulu sehingga tidak bisa pulang bersama-sama teman-teman satu kloter. Setelah itu tidak ada kabar sama sekali hingga hari ini. Aku heran, kok pemberitahuannya bisa lambat banget yach. Dasar birokrat Indonesia, apa nggak kenal telepon, fax atau email? Apa berita kematiannya diikutkan kapal laut?
Mmmm…nggak banyak yang bisa aku ceritakan dari pak Dimyati ini. Kantor yang kami tempati adalah rumah beliau. Beliau ini pendiam, sehingga aku nggak pernah ngomong banyak sama beliau. Selalu menjadi imam dalam setiap sholat di masjid yang letaknya tepat persis didepan rumah. Yang aku sesalkan, saat beliau berangkat haji, aku terlambat mengantar. ![]()
“Barang siapa yang pergi haji dan dia tidak mengeluarkan kata-kata keji serta tidak melakukan perbuatan dosa, maka akan diampunkan dosa-dosanya seperti dia baru dilahirkan oleh ibunya.” (Hadis riwayat Bukhari, Muslim, Nasa’i, Ibnu Majah dan at-Tirmizi)
Tadi setelah Isya’ diadakan sholat gaib dan tahlil untuk beliau. Banyak sekali yang mengikuti dan ikut mendoakan. Menandakan beliau adalah orang yang suka menyambung tali silaturrahim.
Semoga amal baik mereka diterima oleh Allah SWT dan kesalahannya diampuni oleh Allah SWT.
Aku sayang setiap orang yang aku kenal dan tidak pernah menyakiti aku. Kejadian ini membuat salah satu poin harapanku di akhir tahun 2007 tidak terwujud. Dari peristiwa ini aku banyak mengambil hikmah bahwa manusia itu boleh meminta, berharap dan berencana. Namun tetaplah Allah yang menentukan.
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,” Q.S Al-’Imran: 190
January 17th, 2008 at 1:38 am
Haduh… Serius, saya klo baca post yg bginian suka begidik sndiri…
Innalillahi…
Btw, yg nenek baik itu karena sakit ya mas?
Wew… Saya butuh penjelasan dari yg ahli tentang yg mati sebelum Islam tapi sudah ada usaha itu… Seperti apa jadinya kelak?
Praditya memiliki posting terakhir di blognya: Milik Kami Berdua: Yang Lain Ngontrak!
January 17th, 2008 at 10:05 am
3 hari y.l. saya kaget karena pembantu saya dikasih tau pembantu sebelah rumah klo majikannya baru aja meninggal di rumah sakit. Oalah… masuk RS-nya aja gak denger, tau2 kok udah meninggal? Dan gak sempet ngelayat lagi krn jenazah langsung dibawa keluar kota. Setiap kematian selalu mengingatkan saya bahwa kita tidak tau kapan maut akan menjemput kita…. kematian juga yang mengingatkan saya untuk selalu berdoa : “Ya Allah.. Ya Rabb… wafatkanlah kami dalam keadaan khusnul khotimah…” Amin
Eucalyptus memiliki posting terakhir di blognya: Piala Setia Sobat Dunia Maya & Forever Friends