Cerita ini udah banyak versi sih, cuman tetep asyik aja untuk diceritain. Ini nih:
Ada seorang tukang kebun. Bekerja sangat rajin sekali. Hasil pekerjaannya sangatlah luar biasa. Kebun-kebun yang ia rawat menghasilkan buah-buahan yang luar biasa banyaknya. Hal yang rasanya sulit dicapai tanpa ketekunan yang cukup.
Suatu ketika, sang majikan datang untuk menengok kebunnya. Kagetlah ia dengan hasil kerja tukang kebunnya. Dalam hati ia bersyukur kepada Allahimg telah diberikan tukan kebun yang seulet dan setekun tukang kebunnya sekarang.
“Wahai tukang kebunku, ambilkan aku satu buah hasil kebun ini!” perintah sang majikan. Lalu tukang kebun itu mengambil salah satu buah yang tampak ranum dan harum baunya.
“Kenapa rasanya masam? Ambilkan aku satu lagi, yang lebih manis,” kata sang majikan lagi. Lalu diambilkannya lagi buah dari pohon lain oleh tukang kebun itu. Tiba tiba sang majikan membuang buah tersebut dan mukanya merah padam karena marah.
“Hai tukang kebunku! Sudah bertahun-tahun engkau menjaga dan merawat kebun ini, kenapa bisa engkau tidak mengetahui buah yang manis dan yang masam?” bentak sang majikan.
“Maafkan hamba wahai tuanku. Tuan memerintahkan dan mempercayai hamba menjaga dan merawat kebun ini, namun tuan tidak memberikan izin bagi hamba untuk merasakan buahnya,” jawab tukang kebun itu.
Hilanglah amarah sang majikan, berganti dengan rasa malu. Ia kagum dengan sikap amanah yang dimiliki oleh tukang kebunnya. Tanpa basa-basi dan gembar-gembor teriak sana-sini, sang majikan akhirnya menaikkan gaji tukang kebun itu 2x lipat dari gajinya semula.
Nb: Sudah amanah-kah kita?
1 Comment until now
Subhanallah, jika ada tukang kebun (pegawai) yang seperti itu, menjaga amanah tanpa pamrih, mungkin dunia ini akan sejahtera dan tidak ada rasa iri di antara manusia….
MELIANAs last blog post..Puisi-Puisi
Add your Comment!