Today adalah hari Bumi, Earth Day.
Akhir-akhir ini, alam ini, terutama bumi seperti marah kepada masyarakat Indonesia. Bumi tak henti-hentinya mengucurkan air yang tidak merata mengkibatkan banjir, lempengan tanah yang bergerak mengakibatkan gempa dan tsunami, lava yang mendesak ingin keluar mengakibatkan banjir lahar dingin. Teror yang ada belum berhenti sampai di situ, beberapa gunung berapi aktifitasnya naik tiba-tiba.Bahkan gunung Merapi yang ada di Kab. Magelang, Jawa Tengah, diperkirakan akan meletus. Saat ini pemerintah sudah bersiap-siap apabila kemungkinan terburuk terjadi.
Lalu, apa andil kita terhadap semua itu?
Mari kita renungkan sejenak, kesalahan-kesalahan kita yang membuat Bumi tempat kita berpijak menjadi liar tak terkendali dan memakan korban. Ini semua terjadi atas kehendak Allah, Tuhan pemilik langit dan bumi. Manusia tidak lagi mengelola dan menghormati alam seperti apa yang diajarkan Rasulallah. Namun manusia cenderung merusak dengan kikirnya untuk mendapatkan materi yang sebanyak-banyaknya. Lihat saja di mana-mana terjadi penebangan liar, pembangunan gedung di atas lahan serapan air, polusi udara berkadar tinggi, sampah industri yang tidak diolah, dsb. Semua ini merusak keseimbangan yang ada pada alam, hal inilah yang menyebabkan alam menjadi tak terkendali.
Kenapa harus kita?
Awalnya kita adalah bangsa yang menghormati alam, terbukti pada prasasti sejarah pada peradaban masa lampau, serta jumlah hutan yang ada di alam kita sebelum tahun 1950-an* sangat luas sekali. Namun, seiring dengan waktu, kita terbentuk menjadi bangsa yang tidak lagi memperhatikan sekitar, kita menjadi bangsa yang egosentris. Semua kebenaran diukur dari pribadi masing-masing. Sehingga kita tidak lagi menjaga alam, tempat dimana kita lahir, tumbuh dan menjalani kehidupan. Inilah yang membuat Allah murka kepada kita dan memberikan peringatan ini kepada kita.
Lalu, apa yang harus kita lakukan?
Mulailah dari dalam diri masing-masing. Niscaya, jika diri kita masing-masing memiliki kecintaan terhadap alam, maka seluruh bangsa ini akan menjadi begitu. Tidak perlu menunggu pemerintah untuk melakukan ini. Lakukan apa yang bisa kita lakukan sekarang. Salah satu contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi frekuensi pemakaian kendaraan bermotor untuk tujuan yang tidak penting. Semua itu memang tidak merubah dunia, namun setidaknya menjadikan lingkungan tempat kita tinggal menjadi lebih nyaman.
Marilah kita bersatu. Kita manfaatkan perbedaan yang kita miliki dengan sebaik-baiknya. Bhinneka Tunggal Ika. Bersatulah bangsaku. Jika Mahapatih Gajah Mada bisa melihat kita bersatu dalam Merah Putih, niscaya beliau akan tersenyum dari alam-Nya.
* Data survey yang dilakukan Greenpeace
0 Comments until now
Add your Comment!