Today hari Kartini. Harinya kaum wanita. Tadi pagi aku banyak melihat sekolah-sekolah yang merayakannya. Namun apakah ini hanya menjadi sebatas perayaan yang tanpa arti?
Seharusnya hari Kartini ini dijadikan momentum yang tepat untuk para wanita meninjau kembali dirinya sekarang. Apakah dirinya sudah sesuai dengan apa yang diperjuangkan R. A. Kartini di masa-masa yang lalu. Sepengetahuan aku dalam memahami buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”, yaitu kumpulan surat-surat R. A. Kartini kepada temannya di negeri Belanda, yang dimaksud kesetaraan gender oleh R. A. kartini adalah bukan kesetaraan secara keseluruhan, namun kesetaraan hak tetapi tetap tidak meninggalkan kodrat sebagai wanita.
Namun, saat ini kita lihat, kesetaraan gender yang seharusnya menaikkan derajat kaum wanita, malah justru menurunkan derajat kaum wanita. Saat ini banyak kaum wanita yang mengatasnamakan “KEBEBASAN BEREKSPRESI” malah menjadi obyek pemuas hasrat nafsu biologis para pria walaupun hanya secara psikologis bukan secara kontak fisik. Menurutku, itu saja sudah menurunkan derajat wanita.
Aku sebagai laki-laki, pria, kaum adam atau apapun itu sebutannya, sangat menentang adanya pelecehan terhadap wanita. Ingat saudara-saudaraku sekalian, para laki-laki, “ibu kita juga wanita”. Kalo kalian semua melecehkan wanita, sama saja anda melecehkan ibu anda. Tak ada gunanya anda sekalian hormat pada ibu kalian di rumah, jika diluar rumah melecehkan wanita. Wanita adalah makhluk yang diciptakan untuk kita, para laki-laki, menjadi pendamping hidup, penjaga harta dan kehormatan kita. Jadi sangat tidak etis jika kita melecehkan para wanita.
Namun juga berarti para wanita tidak melakukan pencegahan terhadap pelecehan. Wanita harus tau bagaimana menjaga diri. Tutup semua celah yang bisa digunakan laki-laki untuk melecehkan anda. Salah satunya berpakaianlah yang selayaknya. Memakai jilbab bagi wanita muslim salah satu contohnya . Namun bukan hanya penampilan saja yang diperhatikan, tentunya “inner beauty” juga. you know what lah…
Pokoknya aku menolak segala jenis pelecehan terhadap wanita. Apapun itu bentuknya dan kemasannya. Termasuk juga menempatkan wanita dan anak-anak sebagai obyek kekerasan dalam rumah tangga. STOP PELECEHAN, STOP KDRT!!!
KDRT = Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
0 Comments until now
Add your Comment!