Madiun mencekam

Posted on Jan 09, 2008 under Kejadian Besar |

PENDEKARHari ini adalah malam tahun baru Islam, Hijrah. Juga malam tahun baru Jawa, memasuki bulan yang pertama, Suro. Seharusnya ini menjadi momentum yang baik untuk instropeksi diri. Namun tidak demikian yang terjadi di kotaku.

Situasi mencekam terjadi di Madiun hari ini. Hal ini diakibatkan ulah tahunan gerombolan massa pendekar yang mengacak-acak ketentraman kotaku yang biasanya aman dan damai ini. Dimulai pukul 4 sore tadi, massa berpakaian hitam dan bersabuk kain kafan (tanda pendekar) dari S.H Terate sudah mulai berkonvoi. Tentunya dengan arogan menguasai jalan, seolah-olah jalan mereka sendiri. Saat itu aku baru pulang kantor.

Tadi sekitar pukul 19.30 WIB, di jalan semeru bagian timur, sebelah selatan hotel Kartika Abadi, terjadi pengeroyokan yang dilakukan oleh “pendekar” dari perguruan silat S.H Terate. Tidak lama berselang, terjadi penjarahan dan penganiayaan di kios helm dan stiker di wilayah alun-alun barat. Sekitar 500 meter dari tempat kejadian pertama. Aku pastikan pelakunya adalah “pendekar” yang sama. Kalian mesti bertanya-tanya, darimana aku tahu itu pendekar dari S.H Terate? Ya jelas lah, dari badge di seragam mereka dan juga timing waktunya. Lagipula nggak mungkin ada massa “pendekar” S.H Winongo yang keluar pada malam Suro.

Perlu diketahui, kedua perguruan ini tidak akur turun temurun. Tampaknya sikap permusuhan ini diturunkan. Jahiliyah banget kan? Aku malu sebagai warga Madiun. Permusuhan kok dipelihara.

Lalu dimana polisi? Rupanya polisi terlalu sibuk menghadang massa “pendekar” yang datang dari luar kota, sehingga di seputaran alun-alun hanya dijaga beberapa polisi. Cukup banyak sih, tapi kalo dibanding massa pendekarnya, ya jauh lah. Kabarnya, di daerah Jiwan yang sangat dekat dengan teritori AD Yonif 501 saja terjadi perkelahian antar “pendekar”. Kabar jelasnya aku belum tahu kalo yang ini.

Besok adalah “giliran” dari massa “pendekar” S.H. Winongo untuk mengacaukan ketentraman dan kedamaian kota Madiun. Kita lihat saja apa yang terjadi besok. Yang jelas, aku nggak akan jauh-jauh dari rumah. Ngeri juga kalo jadi sasaran mereka yang nggak jelas gitu.

Sekian berita tentang orang-orang konyol pengacau ketentraman dan kedamaianpendekar Madiun. Laporan selanjutnya besok.

Update:

Sebenarnya aku sudah lupa dengan postingan ini. Namun saudara Hendra dengan sangat baiknya mengingatkan saya untuk tetap obyektif. Dengan ini, aku juga membahas masalah Suran Agung. Mungkin ada benarnya juga saudara Hendra ini, kalau orang membaca sepintas lalu, aku akan tampak seperti orang SH. Winongo yang mengecam SH. Terate. Namun jika dicermati, pada dasarnya aku ini membenci kekerasan, nggak peduli dari kelompok mana mereka berasal.

Lalu, kenapa kamu nggak bahas Suran Agung disini?

Terus terang, pada saat Suran Agung berlangsung, aku nggak ada di kota Madiun. Dengan begitu, bagaimana keadaan Suran Agung aku tak tahu. Aku hanya menulis berdasarkan apa yang aku alami. Kalo aku nggak tahu ya nggak aku tulis. Aku baru nyadar kalo dengan nggak menulis tentang Suran Agung, aku terkesan seperti orang SH. Winongo. :)) Ternyata jadi jurnalis abal-abal aja susah yach…

Tapi sebenarnya aku punya niatan nulis masalah Suran Agung (jujur awalnya aku nggak ngerti istilah ini), terbukti dari akhir posting aku sebelum update. Karena aku sendiri tidak jadi saksi mata Suran Agung, maka aku kutipkan dari berita-berita saja.

Dan dengan ini aku klarifikasi bahwa aku bukan dari golongan manapun. Baik itu PSHT, SHW, SH. Pangastuti, bahkan partai atau ormas manapun. Aku hanyalah warga negara biasa seperti yang lainnya. :D

Stumble it!

17 Responses to “Madiun mencekam”

  1. Praditya Says:

    Daripada berantem antar pendekar, mending pada disuruh pergi ke pakistan aja sanah… ngerusuh dsana.. :P

    Praditya memiliki posting terakhir di blognya: Lha, Ini Kok Kopdar Lagi?

    Yah elah Dit, lah wong disuruh duel satu lawan satu aja belum tentu berani, apalagi ke Pakistan. Bisa-bisa dah pipis di celana dengar suara tembakan dan bom. Mereka kan sebenarnya pengecut banget…

  2. n1ghtfly3r Says:

    wadaaw..rusuh bgd mas..polisi terkadang ga banyak membantu.. oia mas..rss blognya udah saya masukan ke google reader saya kok..jadi ga akan ketinggalan lg kalo mas ngepost artikel yg baru :)

    n1ghtfly3r memiliki posting terakhir di blognya: Tindak Lanjut Masalah “Akismet Katro”

  3. n1ghtfly3r Says:

    waduuuuw..tetep aja masuk ke spam..hikss..

    n1ghtfly3r memiliki posting terakhir di blognya: Tindak Lanjut Masalah “Akismet Katro”

  4. Eucalyptus Says:

    Serem amat Wan? Rusuh kaya gitu kan bisa panjang, blom lagi ada yg bales dendam, gak suka…. trus melebar deh…. runyem…

    Eucalyptus memiliki posting terakhir di blognya: Liburan Ke Bogor

    Yach ndak serem banget sih bunda…
    Tapi untungnya terjadi cuman 1 tahun 2x hihihi…

  5. onnosz Says:

    kok gitu ya?
    padahal yang saya tahu dari PSHT tuch, rasa persaudaraan yang kuat dari setiap anggotanya.

    aru tau kalo ada dua kubu PSHT yang saling bermusuhan..

    onnosz memiliki posting terakhir di blognya: Harapan dan Asa

    Kalo internal sendiri sih nggak musuhan mas…
    Tapi sama orang luar…terutama SH. Winongo…

  6. bebek cekcih Says:

    hiyaah.. jadi inget waktu mobil ibuku dihadang sama mereka taon lalu..
    gila bannget deh waktu ntuh..
    untung ibuku pulang dengan selamat d surabaya..
    fiuuuh..
    iya niy..
    sedih banet madiun jadi begitu..
    huhuhuhuu…

    Insyaallah kalo yang dari luar kota sih aman. Nggak berani mereka macem2. Intinya satu, jangan pergi ke madiun kalo pas hari2 gitu…

  7. sachroel Says:

    wah….pendekar kok malah meresahkan masyarakat he..he..
    bukan nya pendekar itu yg membela rakyat?
    ternyata lain dulu lain sekarang wekekek

    sachroel memiliki posting terakhir di blognya: Ganti VGA cooler

    Kalo aku bilang sih, mereka nggak layak disebut pendekar. Tapi cuma pengecut yang bersembunyi dibalik seragam dan institusi serta ketiak pemimpinnya (karena kebetulan pimpinannya adalah anggota DPRD).

  8. yudhi Says:

    wes biasaaaa itu mas.hihihihi

    yudhi memiliki posting terakhir di blognya: Soeharto,dan hal-hal yang tak pernah akan selesai*

    Seharusnya hal-hal semacam ini bukan menjadi hal biasa. Lah wong kebiasaan buruk kok dipelihara. Kalo pimpinan mau bertindak, sebenarnya bisa kok menghilangkan hal seperti ini aja. Mungkin karen salah satu anggota DPRD jadi pimpinan di salah satu perguruan, akhirnya “sungkan” buat nindak? Fuc**** Shit!!!

  9. geblek Says:

    inilah generasi PKI madiun, dan saya rasa lebih kejam dr PKI, PKI jaman dulu menurut sejarah cuma ngerjain orang2 “tertentu”, lah kalau pendekar2 biadab itu, hemmm beraninya kroyokan, bahkan embel2 persaudaraan itu hilang mengalir bareng tai kalian di sungai :) yg saya heran di madiun banyak pusat pencak silat, salah satunya PSHT tapi belum denger atletik pencak silat dr madiun aneh :) dan juga belum pernah dengar hal positif dari persaudaraan kalian itu. oalah coba kalian merantau, cari sesuap nasi sendiri apa masih berani plilak plilik, bisa terpenggal kepala kau nanti.
    *wan sori ket wingi kupingku panas, isin dadi wong mediun gara2 ada pendekar jahanam itu*

  10. Hendra Says:

    Alangkah baiknya jika mas tidak mengekspos dari segi Organisasi PSHT ja, qo kesannya mengkambing hitamkan PSHT…Saya rasa SHW juga sama klo pas SURAN AGUNG…nah alangkah lebih obyektif jika anda juga bahas SHW nya juga….dan juga jangan menilai dari segi buruknya…coba mas juga ungkap dari sisi baiknya juga…
    orang madiun yang baca artikel mas pasti beranggapan klo mas orang SHW…klo uda gitu apa g memperkeruh keadaan…??
    Mohon seobyektif mungkin mas..
    Trima kasih

    Terima kasih atas sarannya pak. Untuk itu saya klarifikasikan hal ini dalam update. Semoga bisa dipahami dengan baik oleh para pembaca. Sekali lagi terima kasih.

  11. Ancaman terselubung di balik message singkat. | Rystiono 2.0 Says:

    [...] Aku yakin message ini dikirim dari blogku yang udah aku tutup, karena shoutbox ini adalah shoutbox di blog lama juga. Jika melihat message-nya, ini ada hubungannya dengan tulisanku di blog lama mengenai malam satu syura atau malam tahun baru Islam di kota Madiun. [...]

  12. ridhocyber Says:

    pendekar 212 ya?

    wiro sableng?

    atau apa?

    ridhocyber memiliki posting terakhir di blognya: Pemadaman Listrik Jawa dan Bali

  13. caplin Says:

    iyo boss…aku dah 10 thn merantau ke jkt..jd ngga tau perkembangan silat di madiun..aku dulu smu di madiun jg sempet netral di antara 2 pencak silat itu..tp apa yg terjadi..pas enak2 motoran sama ceweku ehh di palakin ama konvoi silat tsb..aku di tnyain anak mana..KTP ku di cek..trus ceweku di jahilin…ya udah habis dehh isi dompetku..akhirnya aku lapor ke pos polisi di daerah klegen madiun..ehhh nyatanya ngga ada respon sama sekali..yaudah akhirnya aku dari pada netral ditonjokin ama anak PSHT mending aku masuk SH winongo..namanya anak muda pasti jg ada rasa dendam..dan mungkin anda2 skalian akan merasakan perbedaan jauh sekali kalo ikut SH winongo..bukannya promosi nehh..tp kenyataan..di SH winongo itu sebenarnya pake kaos,spanduk itu ngga boleh sembarangan..kita ngga boleh pamer ke orang lain..makanya sh winongo cumen berkembang di madiun karena pengesahannya harus mau ngga mau di madiun..ibaratnya kiblatnya yaaa di madiun ini..lain dgn sh terate..mereka buka cabang ranting di mana aja bisa ngeshin dimana aja jg..mau buka di surabaya,medan,malang ato luar negeri pun mreka bisa disahkan menjadi warga sh terate di situ jg..itulah yg menjadikan sh terate berkembang pesat..tp mungkin bisa jadi eyang suro pendiri SETIA HATI akan menangis di alamnya sana kalo meliatkelakuan murid2 yg mengatasnamakan ajaran setia hati tetapi kelakuannya meresAHKAN MASYARAKAT…

  14. seven Says:

    sama juga di negara kami(Timor Leste) tapi tempat mereka sudah kami hancurkan, lumayan ya..klo ngga salah warga sht yang meningal 15 org…coba aja tanya warga sht…silat asu itu…babi juga munking…Hidup 77(seven)

    Mohon maaf, saya sebagai pemilik blog tidak menyutujui komentar ini.

  15. biob_adi Says:

    Ya Namanya Pendekar … inginnya selalu kekar dan unggul, Permusuhan dari bebuyutan tetep aja akan ada terus cz it perbedaan, ada yang dihina ada yang gx terima …. ada yang ngancam, ada yang memberontak …. aku sendiri juga bingung aku juga anak Madiun mungkin juga udah sifat kali yah …. Maaf aku ikut SH Winongo tapi aku malah suka kedamaian tetapi belum juga temen akukan … n belum juga pihak SH Terate suka kedamaian gx ?

    HIDUP KEDAMAIAN MADIUN

    Kita semua cinta damai kok mas…sebenarnya baik anak PSHT maupun PS Winongo dalam hati kecil pasti mengharap kedamaian. Cobalah jujur dalam hati masing-masing.

  16. ashter Says:

    anjing ya dari tadi yang di jelek jelekin orang psht emang lo itu siapasih, dan tahu apasih tentang psht.
    jangan sok sokandeh jadi orang, dari dulu sampai sekarang ajaran psht itu gak ada jeleknya,kalau jelek itu bukan pshtnya tapi orangnya.
    terkutuklah orang orang yang menjelek jelekan psht dan gw sumpahin anjing lo……?

    Sebelumnya sorry, fakta itu memang menyakitkan. Emang kenyataan di lapangan seperti itu mas. Saya hanya menulis apa adanya. Jika ada yang nggak bener, silahkan diklarifikasikan. Dan saya juga udah menyatakan bahwa saya itu netral di postingan saya ini. Silahkan dibaca lagi baik-baik dengan kepala dingin yach…please, jadilah orang yang beradab.

    Kalo kemarahan anda tujukan ke orang yang berkomentar diatas, silahkan saja, tapi tentunya orang beradab tidak akan memaki dengan kata-kata kotor. Hal ini justru memperkuat persepsi bahwa secara umum kelompok anda seperti itu.

  17. gesang Says:

    assalamu’alaikum…ironis mmg mlihat kenyataan bhw kita sesama saudara saling bertikai…apakah mmg itu yg diajarkan?..ataukah sikap permusuhan itu mmg wajib diturunkan??….yg saya tau…pendekar adlh org yg arif,bijaksana,rendah hati dan bertakwa kpd Allah SWT..mari bertanya pd diri kita sendiri..pantaskah “gelar” pendekar itu di sematkan pd org” seperti kita????…hanya diri kitalah yg bs menjawabnya….saya hanyalah anak manusia yg mempunyai mimpi bahwa kita bs hidup dengan damai…tak ada ikatan persaudaraan yg lebih kuat di bandingkan ikatan yg Rasulullah bawa utk kita,yaitu ikatan dalam Islam…dimana muslim yg satu dengan yg lain adlh saudara..di haramkan utk menumpahkan darahnya kecuali dengan adanya haq..persaudaraan dgn org diluar islam juga di atur dng indahnya..atau klo kita pandang dari sudut nasionalisme..bukankah kita semua warga negara indonesia..berbahasa,bertanah air,berbangsa satu..indonesia…kita semua adalah saudara…mari berfikir dgn hati..merenung dgn nurani….pantaskah kita utk saling menyakiti???..siapa kita dan utk apa kita ada di dunia ini??….maafkan saya jika ada yg salah dgn kata” saya..mohon dibukakan pintu maaf jk ada kelancangan dan khilaf yg terselip..barokallohu fikum… salam pesilat.dari saya seorang anak manusia yg lemah..

Leave a Reply


Your Ad Here