Bagi kebanyakan orang, angka 13 merupakan angka keramat, bahkan dianggap membawa sial. Oleh karena itu banyak gedung berlantai > 13 berusaha di-skip dengan membuat lantai tersebut menjadi bukan tempat untuk manusia. Juga bisa dilihat nomor-nomor punggung atlit apa saja, pasti tidak ada jarang yang pake nomor 13. Menurut saya, itu sah-sah saja. Namanya keyakinan, nggak bisa dijelaskan secara rasio. Kalo menurut mereka benar, ya sudah.

Kalo aku sih nggak percaya bahwa nomor atau suatu hal dapat membawa sial atau keberuntungan, karena berkali-kali aku berhubungan dengan nomor 13 dan tidak ada efeknya sama sekali. Dulu, waktu SMP kelas 3, aku dapet absen nomor 13. Tapi selama 1 tahun aku nggak mengalami kesialan apa-apa tuh. Justru aku malah beruntung karena bisa sekelompok terus dengan temen cewek yang aku sukai walau ga sempat nembak karena aku terlalu takut,, karena dia absen nomor 14. Secara waktu itu kan kelompok biasanya berdasarkan absen. Apalagi waktu kelompoknya beranggota cuma 2 orang, jelas aku sama dia. :D

Lalu ketika aku SMA, aku pernah numpang di rumah kakak (karena rumahku direnovasi) yang jika dihitung urutannya dari ujung jalan adalah ke 13. Tapi pemilik terdahulu begitu percaya klo 13 angka sial, akhirnya jadi nomor 15 deh. Tapi sampai sekarang kakakku dan keluarga baik-baik aja. Waktu numpang disitu, justru aku beruntung karena dapat pacar setelah jomblo selama 1 tahun dan sudah putus asa buat cari pacar. Peknggo (ngepek tonggo - dapat tetangga) critanya… :D

Kemudian, motor pribadi pertamaku (hadiah dari om dan nggak perlu disebutin merk apa, ntar dikira iklan) bernopol AE 1326 XX. Waktu itu aku dah mau lulus SMA. Justru karena nopol ini, aku jadi banyak kenalan. Banyak yang tertarik, awalnya nanya, “Mas, platnya bagus, pesen dimana?”. Ya aku jawab sekenanya, “SAMSAT Mas…”. Eh, tapi bener kan klo nopol itu yang nerbitkan Samsat? Aku pake plat itu 3 bulan (tanpa kesialan) sebelum akhirnya diganti plat AE xxxx M, karena keluargaku merasa kuatir dengan angka 13. Triknya adalah balik nama ke Samsat Magetan, maka dapet nopol baru dari Magetan, tanpa sepengetahuanku. Hik..hik..hik..padahal aku mulai sayang dengan nopol itu. Unik gitu loh…jarang yang punya kan?

Jadi karena hal itulah, aku nggak percaya klo angka bisa bawa sial atau bawa hoki. Bagiku sama aja. Yang aku percayai adalah sial atau tidaknya kita ditentukan oleh reaksi/tindakan kita. Jika kita stay cool menghadapi sesuatu, tentunya kesialan itu bisa dijauhkan. Misal, jika kita berkendara, tidak ngebut dan tidak terpancing untuk ngebut, tentu kemungkinan kita kecelakaan menjadi kecil. Setidak-tidaknya jika kita jatuh, luka yang didapat juga minimal. Tapi klo dah jalan hati-hati dan nggak ngebut tapi masih celaka juga, bukan sial namanya, tapi nasib buruk. Apalagi sampai meninggal, itu takdir. :D

Jadi gimana dengan kamu? Percaya angka 13 bawa sial? Kalo aku nggak percaya boleh kan? Ini kan negara demokrasi. :-) Semoga aja nggak ada yang nyuruh aku berhenti nge-blog karena nggak percaya angka 13 bawa sial.

By the way anyway busway, ternyata kemarin tanggal 13 yach… *pelupa mode on*. Wah, harusnya diposting kemarin lebih tepat. He…he…he… :-)