Mengendalikan emosi

Posted on Jan 21, 2008 under Let's Talk |

Think PositiveNotice: Posting ini “multiple” page. Di akhir posting jika anda ingin membaca kelanjutannya, silahkan klik nomor setelah tulisan Pages:

Tidak bisa mengendalikan emosi. Satu kesalahan yang dilakukan hampir semua cowok di depan cewek yang menarik hati mereka. Ini adalah akar dari semua masalah lain yang timbul kemudian. Sebenernya kalo topik ini dibahas sampe detil, bisa jadi satu buku. * lah jadi penulis cinta ntar? * Jadi cukup beberapa poin saja yang aku bahas disini.

Kesalahan jenis ini membuat dirimu (para cowok) menjadi SANGAT EMOSIONAL di dekat cewek pada waktu yang salah dan mengacaukan situasi “mendukung” yang sebenarnya ada karena kamu mengungkap fakta bahwa dirimu “diluar kendali” kepada cewek di depanmu.

Ketika banyak dari kita para cowok melihat cewek yang menarik yang ingin kita dekati, kita menjadi “ketakutan”, menjadi gemetaran dan secara alami kita akan “lumpuh”. Atau ketika kebanyakan dari kita para cowok memegang HP di tangan dan siap untuk calling atau sms si “dia” untuk mengajak “jalan”, kita menjadi “ketakutan” dan lagi menjadi gemetaran dan “lumpuh”. Bahkan ketika cewek tidak mau menelpon balik, kita menjadi tersinggung. Atau ketika cewek nge-tes kita dengan mempertanyakan apa yang kita katakan, kita menjadi gugup dan tidak yakin. Ini adalah satu contoh tidak bisa mengendalikan emosi kamu.

Poin yang aku kemukakan disini adalah jika kamu para cowok membuat dirimu “terlalu emosi” pada cewek, dirimu akan kacau. Dijamin deh! Ini terjadi kepada kita semua berkali-kali dan ini adalah pengalaman universal, pengalaman semua orang.

Tapi tunggu sebentar, emosi adalah sesuatu yang bagus, bukan?

Bukankah emosi adalah satu hal yang membuat kita menikmati hidup ini? Yap, betul. Salahkah kalo kita “mengendalikan apa yang kita rasakan”? Tidak.

Pernah nggak kamu denger ada cewek (atau cowok) mengatakan, “aku bingung dengan apa yang aku rasakan”…?

Yap, kita semua pernah dan punya perasaan seperti itu. Kita bahkan punya aturan untuk menjelaskan kapan kita harus sangat tersinggung dan perlu untuk “pergi”. Ini adalah implikasi masyarakat modern abad 21. Tidak masalah kalo kita tersinggung, menjadi emosional dan menunjukkannya pada orang lain apa yang kamu rasakan…tapi, apa semua ini selalu benar?

Dua macam jenis emosi.

Aku rasa, emosi datang kepada kita dengan “dua rasa”. Yang pertama adalah kita sadari dengan nama “emosi positif” yang didasari perasaan senang. Dan yang kedua adalah emosi negatif yang didasari perasaan ketakutan. Dengan kata lain, ini adalah emosi yang membuat kita “merasa enak” dan “merasa nggak enak”. Sebagai tambahan, kita semua tahu bahwa emosi itu seperti tombol on/off.

Dengan kata lain, ketika kamu merasakan emosi, kamu akan merasakan “jumlah” emosi tersebut. Kadangkala sedikit, kadangkala begitu banyak. Tapi kenyataannya adalah ketika emosi mulai menjadi sangat kuat, emosi secara sistematis akan “mengambil alih” pikiran dan tubuhmu. Pada beberapa situasi, hal ini bisa menjadi pengaruh positif yang kuat dan pada seseorang. Bayangkan jika musisi favorit kamu atau aktor kamu memberikan penampilan kelas dunia dan mendapat penghargaan, kamu akan dapat merasakan apa yang mereka rasakan. Hal ini akan menjadi pengalaman menakjubkan ketika mereka membiarkan emosi mereka mengambil alih.

Tapi hal ini juga bisa menjadi pengaruh negatif yang kuat terhadap seseorang. Yaitu ketika kamu berada di suatu tempat, melihat sekelilingmu dan melihat cewek cantik, lalu kamu menjadi gugup dan membuat dirimu sendiri “sakit”. Emosi benar-benar bisa mempengaruhi kamu. Dan ketika sebuah emosi menjadi begitu kuat dan sudah menguasaimu, kamu akan “lepas kendali”.

Emosi yang kuat juga membuat ingatan yang kuat. Kita cenderung mengingat sesuatu hal lebih baik jika kita merasakan emosi yang kuat ketika hal itu terjadi. Aku dapat mengingat begitu banyak momen ketika aku terlalu gugup dan tidak percaya diri ketika bicara dengan cewek atau terlalu gugup mengajaknya “jalan” atau apalah itu namanya. Aku juga masih ingat ketika 6 tahun lalu ketika aku sangat gugup menghadapi situasi yang “membakar” pikiran, terutama masalah cewek.

Ketika hal ini terjadi terlalu sering (seperti yang terjadi padaku dulu), maka akan terbentuk “feedback loop”. Dengan kata lain, kebanyakan ingatan kuat yang aku dapatkan tentang cewek dan saat-saat aku mengacaukannya, aku menjadi semakin tidak percaya diri dari hari ke hari.

Mengendalikan emosi.

Aku yakin kalian semua sudah menebak bahwa aku akan menganjurkan kalian semua para cowok untuk belajar mengendalikan emosi dalam situasi bersama cewek. Mari kita bicara mengenai KENAPA hal ini penting untuk dilakukan.

Ingat, ketika menjadi KETERTARIKAN, semua aturan “normal” berubah. Kamu harus berhenti berpikir tentang bagaimana menjadi “nice guy” dan menyadari bahwa KETERTARIKAN cewek tidak terpicu karena kamu menjadi “nice”.

Jadi aku punya dua alasan kenapa kamu harus mempelajari bagaimana mengendalikan emosi kamu disekitar wanita:

  1. Jika emosi kamu mengambil alih terlalu cepat, kamu mungkin tidak akan dapat bicara dengannya, menelponnya atau bahkan mengajaknya jalan. Kamu akan menjadi “ketakutan” bahkan sebelum kamu melakukan langkah pertama.
  2. Cewek TIDAK TERTARIK dengan cowok yang membiarkan emosi mengendalikannya setiap waktu.

Kita sudah membicarakan alasan yang pertama. So, kita bicarakan alasan yang kedua.

Kenapa cewek nggak suka cowok yang over emosional? Karena cewek nggak suka cowok yang bisa mereka KENDALIKAN. Semakin banyak kendali cewek terhadapmu, semakin sedikit ketertarikan cewek kepadamu. Semakin kamu tidak menantang dan semakin kamu mudah ditebak, semakin sedikit ketertarikan cewek kepadamu. Sederhana sekali.

[!AdServe:ff!]

By the way anyway busway (halah), jika kamu tipe cowok yang membiarkan emosi kamu mengambil alih, kamu bisa membaca lebih lanjut posting ini (klik nomor 2 setelah Pages:). Tapi jika kamu termasuk cowok yang bisa mengendalikan diri, aku do’akan semoga sukses dengan cewek dan kamu nggak perlu buang-buang waktu membaca ini lebih lanjut.

Stumble it!

Pages: 1 2

8 Responses to “Mengendalikan emosi”

  1. LieZMaya Says:

    saya termasuk orang yang agak kewalahan menyetir esmosi saya.
    kata nenek, saya bukan anak mama kalo ndak emosian haha.
    tapi masih dalam taraf normal :D

    @Liez:
    Ooo…gituh yach…
    Emang kalo bukan anak mama anak siapah? Papah? Emang papah bisa ngandung? * bego mode on *

  2. sachroel Says:

    hmmmmm…..
    (sambil ngangguk2)

    sachroel memiliki posting terakhir di blognya: Bola kok Hitam Putih ya?

  3. Adit-nya Niez Says:

    Saya esmosi sangadh sekarang ini krn ndak pertamaxxx!!!

    Adit-nya Niez memiliki posting terakhir di blognya: Si Mata dan si Hati

  4. Andre Says:

    hihihihi
    makasih buat tips n tricksnya

    sering2 nulis kayak gini, mas

    Andre memiliki posting terakhir di blognya: Met dua bulan

  5. cK Says:

    ah ini soal cowok…

    *log out*

    cK memiliki posting terakhir di blognya: Berlibur Ke Bali

  6. siska Says:

    hmmm ‘mas tips’ kembali beraksi. oya wan, jadi sekarang lebih mengerti perempuan nih? udah diuji coba belom tipsnya? berhasil?

    siska memiliki posting terakhir di blognya: Hillary, Obama, ….or Robin Williams?

    Ditulis pasti dah dipraktekkin donk, Sis…:D

  7. shei Says:

    Saia mungkin cukup bisa mengendalikan emosi..
    tapi..
    Ya itu,
    Emosi yang ndak bisa mengendalikan saia..
    Jadi,
    sapa yang salah????

    shei memiliki posting terakhir di blognya: Penodaan Agama - AGAIN!!

  8. nazi king Says:

    hah, yah, ituuu dia, gw cari2 cara gimana cara atur flow emosi wanita, gk nemu praktisnya (at mungkin gw ngerti kali ya), but, sometimes, ada aja, ketika gw gk berniat u atur flow emosi tu cewe, dia bilang, dia kangen ma gw, tertarik ma gw, dsb, yang positif tentunya; masalahnya…waktu dia blng itu,mood gw lg males, tp ktk mood lg tinggi2nya, LOGIKA gw yang maen, hilang lah, jadi intinya, dekati (sentuh 1 menit) wanita, pergi jauhlah beberapa jam, bukankah begitu???ah lieur awak, intinya mah sabar aja (keep it cool), iya ga sih? tolong kasi sarannya dong… soalnya itu semua juga katanya,gimana si cara atur flow emosi cewe hingga akhirnya dia cintrong setengah mati ma kita, scr awak orng biasa biasa aja….

Leave a Reply


Your Ad Here