EarthBarusan nonton sama gebetan. DVD dari Discovery Channel USA, acaranya “Planet Earth”. Tadi lupa judul seri yang diputer soalnya nggak begitu memperhatikan sih. Awalnya, waktu baru prolog aku nganggap ini pasti cuma film-film dokumenter beruang kutub seperti punya National Geograpic yang suka aku koleksi CD bajakannya (halah…ketahuan…).

Semakin lama, kok semakin menarik juga. Ceritanya tentang perjuangan hidup seekor polar bear (beruang kutub) yang kesulitan mencari tempat berpijak untuk menjebak anjing laut yang memang menjadi mangsanya. Beruang ini terus berenang mencari “daratan es” sejauh 30km sampai dia mati. Yap, M.A.T.I. Sumpah, aku baru ngerti ada hewan yang segitu konyolnya. Biasanya kan hewan punya insting yang kuat mengenai apa yang akan dilakukannya. Ternyata, narator memberi tahu bahwa ia terus berenang karena dalam jarak beberapa kilometer seharusnya dia sudah menemukan “daratan es”. Namun dikarenakan mencairnya es di kutub akibat pemanasan global, akhirnya si Teddy ini (gebetanku nyebutnya gitu) nggak bisa menemukan “daratan es” dan akhirnya mati karena kelelahan dan kedinginan.

Di lain tempat, karena stok “daratan” es yang menipis, ada seekor beruang kutub yang “nekat dan putus asa” menyerang gerombolan walrus (singa laut). Ini juga tindakan konyol, secara walrus lebih besar dari beruang kutub. Jumlahnya juga banyak. Pada keadaan normal, walrus bukan mangsa beruang kutub. Resiko besar yang dihadapi oleh beruang itu adalah tertusuk cula si walrus. Ternyata benar apa yang dikhawatirkan sang narator, kaki beruang ini terluka karena cula si walrus, sehingga ia tidak bisa berjalan. Jika binatang tidak bisa berjalan otomatis tidak bisa mencari makan. Hal ini hanya berarti satu bagi mereka, K.E.M.A.T.I.A.N.

Rasanya pengen nangis liat itu (tapi kan aku cowok, gengsi donk ada cewek. Hihihihi), sedih banget. Gebetanku aja dah banjir air mata dari awal, namanya juga cewek (kayak nonton telenovela aja, untung di aku donk…hihihi…you know lah…). Memang binatang mati terjadi setiap hari tanpa kita lihat, namun apa yang mereka alami adalah ikut menanggung sebagian perbuatan kita. Rasanya aku kok jadi ikut merasa bertanggung jawab atas kematian mereka. Tayangan ini menyadarkan kita bahwa bumi ini bukan milik kita seorang. Kita harus berbagi dengan binatang dan tumbuhan. Membuat kita menjadi semakin mencintai bumi ini dengan segala keanekaragaman yang ada.

Mungkin, buat yang belum nonton, bisa beli deh DVD nya di Discovery Shop (sekitar 600rb-an include shipping) atau bisa lihat cuplikannya dikit dari Youtube ini.

Cukup mengharukan bukan?

** Mikir OOT, kira-kira pak Iman Brotoseno, sutradara kita itu berminat bikin yang ginian nggak ya? **