Arisan Bangsa Indonesia

Posted on Dec 23, 2007 under Nothing |

Gotong RoyongTerinspirasi dari kuis SMS di TV, aku nyoba ngitung berapa uang rakyat yang bisa dikumpulkan dari SMS doank. Mungkin asumsiku ini terlalu naif, tapi aku mengadopsi semangat bangsa Indonesia yang katanya gemar gotong royong. Aku bayangin gimana membangun sesuatu dengan bener-bener modal saweran (kata orang Sunda) atau urunan (kata orang Jawa). Tentunya sesuatu yang bermanfaat bagi bangsa dan negara donk.

Aku asumsikan pembangunan Power Plant disini. Kenapa? Karena hal inilah yang paling urgent di Indonesia saat ini. Disamping itu, aku cuma dapat data jumlah dana yang diperlukan membangun sesuatu yang besar ya cuma data Power Plant ini.

Disini aku dapat data untuk power plant 2×115 MW adalah sebesar 144,7 Milyar (USD 186 juta). Misalkan setiap orang pelanggan seluler dibebani dengan Rp. 5.000,- saja. Maka hanya butuh 49,828,179 SMS saja, bukan 49,828,179 orang, kan tiap orang bisa SMS 2 atau 3 kali sesuai kemampuan dia.

Kalo perhitunganku begini:
Dana yang dibutuhkan: Rp. 145.000.000.000,-
Tarif SMS: Rp. 5.000,-
Biaya operasional SMS: Rp. 150,- (karena ada sms balesan ucapan terima kasih sekaligus nomor registrasi).
Margin operator: 40% = Rp. 1.940,- (cukuplah untuk bayarin karyawan dan lain-lain.)
PPN? Ya ndak usahlah, masa proyek negara pake PPN? Pajaknya diambil dari margin operator saja.
Jadi masih sisa Rp. 2.910,-

Nah, Rp. 145.000.000.000 / Rp. 2.910 = 49,828,179 SMS. Jumlah yang fantastis bukan?

Bayangkan jika penduduk Indonesia yang merupakan pelanggan seluler ada 70 juta orang, berapa yang bisa kita dapat?

Lalu mekanisme pengembalian? Gampang itu, anggap saja tiap orang yang SMS itu adalah pemilik sahamnya, kasi aja pulsa gratis tiap bulan…hehehehehehe…ya tentunya dari keuntungan yang dijalankan dari uang mereka. Aturan mainnya gimana, bisa diatur oleh orang-orang pinter di bidang investasi dan permodalan, aku jelas ndak njowo (baca: ngerti) bidang ini. Yang jelas, Rp. 5.000,- itu ndak berat bagi pengguna telepon seluler. Lah wong beli HP aja bisa kok beli pulsa 5.000 saja ndak bisa kan kebangetan.

Tapi, ada tapinya loh ini. Sistem seperti ini cuma berlaku dan bisa dijalankan bila:

  1. Pemerintahannya bersih. Lah ya kalo ndak bersih sama saja donk. Malah bisa jadi “area basah” baru bagi birokrat korup. Eh iya, yang di Senayan sono juga mesti bersih. Ntar birokrat pemerintahan bersih, kalo yang di Senayan sono minta bagian ya sama aja. Hilangkan juga para preman.
  2. Rakyatnya percaya pada pemerintahnya. Ya ini berhubungan dengan nomer satu diatas. Dan ini adalah hal yang paling penting.
  3. Operator selulernya jujur. Banyak content provider yang merasa dikibuli oleh operator. Jumlah data sms masuk provider ndak sama dengan catatan content provider. Nah, gimana kontrolnya ya? Mungkin dengan badan independen kali ya.

Nah, dikarenakan 3 hal tersebut sulit untuk dipenuhi untuk saat ini, ya terpaksa kita cuma gigit jari saja. Menunggu investor asing masuk dengan berbagai macam syarat yang memperbudak bangsa kita. Nunggunya juga sambil mati-mati listrik tiap beberapa hari sekali karena kelebihan beban. Padahal, rakyatnya cukup kaya dan potensi modal dalam negeri itu cukup tinggi.

Yach…mo gimana lagi. Indonesia-ku dan Indonesia-mu ya begini ini. “Sabar mas…sabar…” kata tetangga aku. Ya kalo ndak sabar mau gimana? Lah wong ya adanya cuma gini. Doyan nggak doyan dimakan aja.

Stumble it!

8 Responses to “Arisan Bangsa Indonesia”

  1. sachroel Says:

    ide bagus nih…..
    asal jangan sampe ada korupsi hehehe

    sachroel memiliki posting terakhir di blognya: Hari Raya & Banjir

    Lah mas, makanya ada 3 syaratnya itu…

  2. Praditya Says:

    Nyook ngirim SMS… :D

    Btw qta saat ini cuma bisa ngirim banyak SMS untuk idol pujaan qta macem Mike, dll…

    Praditya memiliki posting terakhir di blognya: You Are My Hero, Mother!

    Padahal belum tentu dapet hadiahnya kan? Itu aja mau. Pasti kalo pemerintahannya kredibel (dalam arti semua dari atas sampe bawah, juga anggota DPR yang terhormat, bukan cuma “Presiden” saja), rakyatnya pasti mau. Kan dalam tempo tertentu, 5rb itu kembali lagi. Dan itu pasti. :D

  3. Eucalyptus Says:

    Ide bagooosss….. bole juga tuh, bisa jadi pengusaha neh…

    Eucalyptus memiliki posting terakhir di blognya: Koleksi Gw

    Aku kan emang pengusaha bunda…hihihi…
    Tapi yang ini kayaknya ndak ada hubungannya dengan pengusaha deh…lebih ke birokrat…

  4. icha Says:

    wah boljug tuh..business minded kamu yah rupanya

    icha memiliki posting terakhir di blognya: IDuL AdHa

    Keturunan dan lingkungan memberikan pengaruh besar…
    Aku besar di kalangan etnis china yang 100% adalah pengusaha (besar, sedang maupun kecil).
    Disamping itu, kedua orang tuaku juga wirausaha juga, walau nggak besar…hihihihi…
    Makanya, gitu deh…pikirannya bisnis melulu…

  5. siska Says:

    waaah boleh tuh itung-itungannya….
    tapi ya syaratnya itu wan…harus bener2, jangan ada yg korup…

    siska memiliki posting terakhir di blognya: tentang cerpen ‘kasih Ibu’, Siska menjawab! hehehe…

  6. Santi Says:

    wah.. uang segitu bisa bayar utang negara dong ya!!

    Santi memiliki posting terakhir di blognya: Kerja Kamu Apaan Sih?

  7. ono Says:

    Mumet tenan kalau ada kata “Arisan” krn di kampoeng, bojo ikutan arisan pkk beloem di kantornya. Mas iwan, harusnya Arisan konglomerat dan pejabat Indonesia untuk menyalakan LISTRIK di Sumatra dan Kalimantan. Beruntung Madiun sekitarnya beloem byar pet ya….

    ono memiliki posting terakhir di blognya: Jakarta akan bangun

  8. Donny Reza Says:

    Potensi orang Indonesia itu sebetulnya gede, beberapa lembaga amil zakat di Indonesia yang saya tahu juga sanggup untuk membuat sekolah dan memberikan pemeriksaan kesehatan gratis. Pertanyaannya, kenapa pemerintah tidak mampu? Barangkali karena kebanyakan ‘tikus’ ya?

    Donny Reza memiliki posting terakhir di blognya: Idul Adha 1428 H: Sebuah Catatan

Leave a Reply


Your Ad Here