Kenapa 10 November sebagai hari pahlawan?
Jawaban yang tepat adalah merujuk pada kejadian 10 November 1945 di Surabaya. Bagaimana arek-arek Surabaya bertempur sungguh membuat bulu kuduk merinding. Dengan senjata seadanya, mereka melawan pasukan sekutu yang secara persenjataan amat sangat jauh lebih canggih daripada yang dimiliki oleh arek-arek surabaya. Namun mereka tidak menyerah. Itu butuh nyali yang besar sodara-sodara…merekalah pahlawan yang sebenar-benarnya pahlawan.
Kenapa begitu dahsyatnya pertempuran kala itu?
Saat itu, bangsa Indonesia baru saja mencapai kemerdekaan. Hal yang sudah diimpikan sejak lama untuk dimiliki oleh bangsa yang besar ini. Kita pakai logika saja, anak kecil berumur 5 tahun punya maenan baru dan kita ingin merebutnya. Bagaimana reaksi anak kecil tersebut? Tentunya mempertahankan dengan kekuatan yang ada sekalipun mungkin tidak seimbang dengan kita yang lebih besar kan? Itulah arek-arek surabaya masa itu. Slogannya hanya “MERDEKA ATAU MATI”.
Dan coba dengarkan kembali orasi dari Bung Tomo, pembakar semangat pejuang-pejuang kita melalui corong RRI (bisa didownload di bagian akhir posting). Sudah berkali-kali saya mendengar, tetep saja saya merinding mendengarnya. Merasakan semangat yang membara seperti berada pada masa itu. Bayangkan saja, dengan keadaan kita yang sekarang aman tenteram saja semangat kita seperti dipanaskan, bagaimana dengan arek-arek surabaya yang saat itu sedang dalam tekanan dan intimidasi dari pihak sekutu? Pasti tentunya lebih “terbakar” daripada kita.
Maka, tanggal 10 November 1945 pukul 6 pagi pecahlah pertempuran itu.
Hikmah apa yang bisa diambil?
Sudah saatnya kita sebagai bangsa yang besar, bercermin dari sejarah. Kenapa saat ini kita cenderung terkotak-kotak karena kepentingan golongan? Kenapa kita tidak seperti dulu, bersatu padu, satu tekad satu tujuan yaitu Indonesia Merdeka? Apa karena Indonesia merdeka, lantas kita boleh tidak bersatu lagi? Apa karena karena Indonesia sudah merdeka, masalah kecil saja kita boleh saling membunuh? Saya rasa tidak begitu kawan-kawan….
Mempertahankan sesuatu lebih sulit daripada merebutnya. Ingat kawan-kawan, belum sepenuhnya kita sudah merdeka. Terutama dari kemiskinan dan kebodohan. Banyak saudara-saudara kita yang sampai saat ini belum menerima manfaat Indonesia merdeka. Kenapa? Karena keadaan mereka sama saja seperti nenek dan kakek mereka pada jaman penjajahan. Tetap miskin dan tidak berpendidikan. Salah siapa? Kalo boleh saya jawab, salah kita semua (termasuk saya mungkin).
“Jangan pernah tanyakan apa yang negara berikan padamu, tapi apa yang kau berikan pada negara”.
Nggak usah muluk-muluk untuk menjadi negarawan atau apapun itu namanya, tapi cukup instropeksi diri saja, apakah kita pernah memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar? Yang bisa kita lakukan sekarang adalah mencoba memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain. Itu saja. Sesuai kemampuan dan keahlian kita tentunya. Jika itu dilakukan setiap orang, maka dengan sendirinya bangsa ini akan menerima manfaat secara keseluruhan. Dan cita-cita menjadi bangsa yang besar (dalam kualitas) akan sangat mungkin terwujud.
Kalo saya ditanya tentang hal ini…saya cuma bisa tertunduk malu. Saya akui, saya belum melakukan apapun untuk membuat sekitar saya menjadi semakin baik.
Sekian sedikit tulisan basi dari saya, SELAMAT HARI PAHLAWAN..!!!
Semoga jasa-jasa mereka diterima di sisi Allahimg. Amin.
File yang dijanjikan:
Orasi Bung Tomo bag. 1 Orasi Bung Tomo bag. 2
5 Comments until now
Blog nya diapus semalam,..
saya pas kebetulan lagi kerja plus blogwalking
antara jam 8 malam ampe jam 4 pagi
Soalnya diantara 2 jam itu saya sempat lihat blog nya nyala dan terus ga nyala lagi…
Kenapa? wah ga tau mas…
Blog si Sarah kena kasus "Copas" dari seleblog katanya...pahlawan itu bukannya seseorang yang, walaupun gugur di medan perang tapi, memberikan kemenangan di pihaknya???
Kalo menurut definisi saya, pahlawan adalah orang yang rela berkorban untuk sesuatu/seseorang lain tanpa memikirkan keadaan dirinya..Sebenernya waktu itu paukan TKR, TKRP, TKRL, Polisi, Polisi Istimewa dan laskar2 persenjataannya cukup lengkap koq…yang maju perang cuma bersenjatakan bambu runcing malah minoritas. Tapi memang dibanding Inggris persenjataan kita kalah (Inggris didukung light tanks, medium tanks dan ranpur lainnya…plus air support dan naval bombardment). Inggris juga menurunkan tentara profesional yang sudah berpengalaman bertempur di Burma dan Malaysia melawan Jepang…sementara kita saat itu tentaranya masih orok yang baru lahir (meskipun sudah dilatih Jepang) dibantu rakyat.
Selain peninggalan Jepun (dan ngerampas punya Jepun), pasukan RI juga menemukan gudang senjata Jepun yang isinya persenjataan sekutu yang direbut Jepun saat mereka menginvasi Indonesia dan mengalahkan sekutu pada tahun 1942. Di Perang Suroboyo tank/tankette Jepun dan panser2 eks KNIL juga sempat dipakai pihak RI. Pasukan reguler (TKR, TKRL, Polisi) bertempur dengan front yang jelas, sementara laskar bertempur dengan gagah berani tanpa mempedulikan garis front…kroyokan.
Mas, ikutan upacara apa tdk di hari pahlawan kemarin ?
Add your Comment!