Waktu terus berganti…
Andai bisa kembali…
Aku tak mau seperti ini..
Terus menunggu dalam sepi…

Penyesalan itu datang…
Membuat hati ini tak tenang…
Setiap saat selalu terbayang…
Setiap waktu selalu terkenang…

Aku bukan seperti yang dulu…
Semuanya telah berlalu…
Menjadi bias-bias masa lalu…

Kini…
Hanya sepi menghinggapi…
Mengharap engkau kan kembali…

Puisi opo iki???

Puisi ini aku dapet kemarin di emailku. Pengirimnya siapa lagi kalo bukan mantan aku. Hari selasa kemarin lewat SMS dia bilang kalo masih sayang, bahkan semenjak kami putus 6 tahun lalu. Tapi hari ini aku jawab, “kita temenan aja dulu ya…cinta kan nggak harus jadi pacar.” Tapi permintaan dia untuk jalan besok minggu tetep aku penuhi, sekalipun nggak naik ke Lawu.

Secara aku emang nggak begitu ‘bernafsu’ untuk punya pacar lagi. Bagiku ini terlalu cepat. Aku bingung dengan keadaan ini. Aku nggak siap patah hati lagi. Aku nggak siap dikekang lagi. Dan masih banyak nggak siap-nggak siap yang lain. Let’s it flow aja deh… *backsounded slow down baby by She*

Di sisi lain…

Horeeeee….baru kali ini aku nolak permintaan cewek…akhirnya aku bisa juga…!!!! *berguling-guling dan jingkrak2 di kamar… =))*

Update: Desi, aku masih sayang kamu kok. Tapi rasanya aneh aja kalo mesti pacaran dengan kamu sekarang. Seperti aku bilang tadi, kita temenan aja dulu. Please jangan marah ya…