Sebenarnya sanggahan ini tidak saya tujukan untuk mendebat sodara felix yang telah capek-capek ngetik panjang lebar di form komentar saya di posting yang ini, komentar yang ini. Namun posting ini lebih saya tujukan kepada umat muslim sendiri, karena khawatir komentar tersebut dipahami dengan salah oleh umat muslim sendiri. Karena ini menyangkut akidah, berarti harus tidak ada keraguan. Dan saya tidak mau kompromi kalo sudah menyangkut akidah.

Seperti apa sanggahanku? Ayo kita saksikan… * halah…kayak TV aja… *

Menurut pendapat saya FTV Sebuah Penantian hanya sebuah film yang berisi pertobatan seseorang dari jalannya yang tidak berkenan di mata Tuhan. Dan kita sebagai manusia harus dapat mengampuni yang bersalah kepada kita, seperti Tuhan pun mengampuni kesalahan kita.

Tidak ada masalah dalam hal ini. Semua sependapat bahwa memang film tersebut isinya seperti yang saya kemukakan dan anda kemukakan.


Saya ingin luruskan mengenai agama Kristen/Katolik/Protestan. Tidak ada satu agamapun yang dapat menyelamatkan. Hanya, Dia, Tuhan Pencipta langit dan bumi yang dapat menyelamatkan kita.Dan di dalam Dia ada keselamatan.

Yang ini memang benar, tidak ada agama manapun yang menyelamatkan. Namun perlu diketahui, menyelamatkan itu berarti 2 macam. Di dunia dan akhirat. Jika dunia, manusia bisa selamat dengan mengikuti ajaran agama, bukan agamanya yang menyelamatkan. Tapi perlu diingat, yang dapat menyelamatkan kita adalah Allahimg dengan rahmat dan hidayah-Nya. Namun ini tentunya bergantung dari perbuatan manusia sendiri. Begitu pula di akhirat.

“Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allahimg, hari kemudian (akhirat) dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” Q. S. Al-Baqarah:62


Tidak ada seorangpun yang tidak berdosa. Oleh karena kasih Allah (SWT) atas dunia ini, sehingga Dia memberikan Putra-Nya yang tunggal ( Yesus Kristus ) untuk mati di kayu salib, dan oleh pengorbanan-Nya di kayu salib dosa-dosa kita diampuni.

Islam tidak mengenal dosa turunan. Manusia dinilai amal baik dan buruknya per-individu. Bukan karena dosa atau perbuatan baik pendahulunya. Jadi konsep penebusan dosa, tidak ada dalam Islam, yang ada adalah taubat individu. Taubatan Nasuha, taubat yang sebenar-benarnya taubat. Isa A.S adalah Rasul yang diutus kepada kaum bani Israil, bukan penebus dosa umat manusia.

“Isa berkata:”Sesungguhnya aku ini hamba Allahimg, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia manjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang berbakti di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali. Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allahimg mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka hanya berkata kepadanya:”Jadilah”, maka jadilah ia.” Q.S: Maryam: 30-35

Disamping itu, Islam mengenal nabi Isa A.S sebagai Rasul yang istimewa, diangkat langsung kehadirat-Nya, diselamatkan dari bahaya yang mengancam. Jadi menurut Islam, Nabi Isa A.S tidak disalib.

“Mereka berkata, ‘Kami telah membunuh al-Masih, Isa putera Mariam, rasul Allahimg.’ Tetapi mereka tidak membunuhnya, dan tidak juga menyalibnya, tetapi hanya satu kesamaan yang ditunjukkan kepada mereka. Orang-orang yang berselisih mengenainya benar-benar dalam keraguan terhadapnya; mereka tidak ada pengetahuan mengenainya, kecuali mengikuti sangkaan; mereka tidak membunuhnya, yakinlah.” Q.S. An-Nisa 157


Allah (SWT) Bapa (1), Allah (SWT) Putra ( Yesus / Isa ) (2), dan Allah (SWT) Roh Kudus (3) adalah pribadi yang sama, yang (1)Mencipta, (2)ber-Firman, dan (3) Mewahyukan/Memberi pengertian.
Jadi jangan diartikan bahwa umat Kristiani/Nasrani memiliki 3 Tuhan.
Dalam Alkitab(berisi Firman Tuhan) kami, ada 10 perintah Allah (SWT) yang diberikan kepada Musa : “Jangan ada padamu Allah (SWT) lain di hadapan-Ku” ( Kitab Keluaran 20 ayat 3)
Allah (SWT) = illah ( selain Tuhan )
Jadi kami juga menentang penyembahan berhala kepada illah.

Trinitas membingungkan bagi saya. Saya tidak akan mendebat masalah trinitas disini. Perlu diketahui menurut Islam bahwa Isa A.S adalah seorang Rasul sama seperti Rasulullah Muhammad SAW. Rasul adalah manusia.

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman:”Hai ‘Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia:”Jadikanlah aku dan ibuku dua orang Ilah selain Allah”. ‘Isa menjawab:”Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engaku telah mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”. Al-Maidah: 116


Namun Tuhan Yesus berfirman dalam Yohanes 14 Ayat 6 : ” Akulah Jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.’”

Saya tidak bisa berkomentar karena tidak mengerti maksudnya. Dan saya rasa umat Islam nggak perlu mengerti juga.


Setahu saya, Alquran sendiri juga memuat mengenai Yesus/Isa.
Pada saat Malaikat Gabriel (Jibril) menampakkan diri kepada Maria/Maryam dan menyatakan bahwa Maria mengandung meskipun dia belum bersuami, dalam Alquran dinyatakan bahwa yang dikandung oleh Maria adalah berasal dari Roh Allah (SWT).
(bisa dicek kebenarannya dalam Kitab Maryam/An-Nisa ?)

Betul, Al-Quran memuat cerita mengenai Isa A.S dalam surat Maryam tapi tidak pernah menyebut dengan nama Yesus.

“Maka ia mengadakan tabir (yang malindunginya) dari mereka, lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.” Q.S. Maryam: 17

Namun perlu diketahui, yang dimaksud roh disini adalah roh manusia, bukan roh Allah. Bentuk manusia yang sempurna itu adalah Isa A.S.


Adakah nabi dari jamannya Abraham sampai sekarang yang dikandung tanpa proses pembuahan? Hal ini pasti kebenarannya karena termuat dalam Injil (Alkitab) dan bahkan Alquran.

Memang benar ada. Yaitu Isa A.S. Merupakan salah satu kekuasaan Allah. Namun, penciptaan Isa A.S bukanlah istimewa dimata Allah. Kenapa begitu? Karena sebelumnya, Allah sudah menciptakan Nabi Adam A.S yang tanpa bapak dan ibu.

Sesungguhnya misal (penciptaan) ‘Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya:”Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. Q. S. Al-’Imran: 59


Begitu pula dengan Kisah Abraham dan Sara. Juga termuat dalam Alkitab dan Alquran.
Sara sudah mati haid, namun ternyata Tuhan menepati janji-Nya untuk memberikan keturunan pada Abraham. Bahkan ketika Sara ragu dan tertawa tentang janji keturunan dari rahimnya, Tuhan berfirman, “Adakah sesuatu yang mustahil bagi Tuhan ?”

Islam mengenalnya sebagai Ibrahim. Ini kutipan dari Al-Quran mengenai kejadian ketika malaikat memberi tahu Nabi Ibrahim A.S perihal Ishak dan Ya’qub.
Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan:”Selamat”. Ibrahim menjawab:”Selamatlah,” maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang. Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandanganeh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata:”Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth”. Dan isterinya berdiri (di sampingnya) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishak dan sesudah Ishak (lahir pula) Ya’qub. Isterinya berkata:”Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku dalam keadaan yang sudah tua pula Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh”. Para malaikat itu berkata; “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”. Q.S. Hud: 69-73


Posting ini bukan untuk suatu perbantahan atau pertentangan, namun mari kita berdoa agar Tuhan memberikan hikmat, dan wahyu-Nya agar hati dan pikiran kita terbuka, untuk menerima kebenaran Firman Tuhan (yang berasal dari Allah (SWT) yang Esa, pencipta langit, bumi dan segala isinya)

Memang benar, kita tidak perlu memperdebatkan masalah akidah dengan agama lain. Karena Allahimg telah memerintahkan demikian. Dalam surat Al-Kafirun ayat 1-6. Terutama:

“Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku “ Q.S Al-Kafirun: 6

Itulah petunjuk Allah yang dapat kita jadikan jawaban terhadap para pendebat agama. Betapa bodoh seandainya kita masih mendebatkan agama kita dengan agama lain sesudah turunnya ayat ini.


” Carilah Kerajaan Allah (SWT) dan segala kebenaranNya, maka segala sesuatu akan ditambahkan kepadamu ”

Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Saya ndak ngerti tentang hal ini. Yang jelas, Islam mengenal bahwa Ilmu Allah itu luas sekali. Bahkan jika air laut sebagai tintanya dan ranting pohon sebagai pena, tidak akan habis ilmu Allahimg ditulis. Jadi tetap berjuang memahami Islam sepanjang waktu memang harus dilakukan oleh umat muslim.

“Dia pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.” Q.S Al-An’am: 101


“Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.” Q.S. Maryam 37

Demikian tulisan ini saya buat sebagai bacaan untuk kaum muslimin, supaya tidak salah dalam memahami siapa sebenarnya Nabi Isa A.S. Entah ini layak atau tidak disebut sebagai sanggahan, namun saya sudah berusaha. Semoga Allahimg selalu melindungi kita semua.